Membangun kepercayaan

Tulisan kali ini diinspirasi dari protesan aq ke uda mengenai “membangun kepercayaan dan mengkomunikasikan pandangan”

Menurut ia, Hal2 yg penting harus diceritakan ke suami/istri, terutama Hal2 yg bisa mempengaruhi rumah tangga kita. Memang qt belum menjadi suami istri, tapi latihan untuk membiasakan saling becerita dan jujur,yah harus dibangun darisekarang.
Bahkan dari semenjak awal ia sudah jujur Dan cerita Hal2 penting yg (sekarang atau nanti) akan mempengaruhi rumah tangga qt.

Kan lebih enak kalo qt tau dari uda/ia duluan, drpd dari orang lain. Jadinya nanti gak kaget.

Misalnya: dari awal ia cerita tentang kondisi keluarga ia yg sederhana dan biasa2 saja. Yah memang tujuannya agar uda gak kaget saat bertemu dengan keluarga ia.
Coba kalo semisal ia gak bilang, terus uda membayangkan kl keluarga2 ia d garut itu semacam pejabat2 kaya raya,pasti uda akan kaget saat berkunjung dan bertemu di garut, terus nanti berimbas ke hubungan kita..(itu contoh yg ia bilang “Hal2 yg mempengaruhi hubungan/rumah tangga qt nanti)

Atau kalau ia menceritakan tentang kisah teman. Misal si mona&vivin. Memang secara lgsung tampak tidak berguna bagi uda atau kita dengan membicarakan mereka. Tapi kan yg penting dsinii adalah “bgmn ia mencoba membangun kepercayaan sm uda” bgmna ia mengkomunikasikan pandangan ia terhadap mereka, bgmn ia mengerti pandangan uda terhadap mereka. Syukur2 kl qt bisa belajar dari kisah mereka, untuk kebaikan hubungan kita..

Selintas mungkin uda berpikir gak ada guna nya cerita kisah kk ke ia. Atau uda merasa itu urusan rumah tangga mereka. Ok. Bener. Ia sepakat. Tapi kan alangkah indahnya jika uda mempercayai ia,dan menceritakan kisah kk itu. Siapa tau ia bs mngambil hikmah dari setiap kejadian. Bahwa menjadi ibu itu tidak mudah. Bahwa tidak setiap wanita diberi kepercayaan oleh Allah mendapatkan anak dalam waktu yg cepat. Kan ia bisa ancang2 dari sekarang berdoa sama Allah minta dikaruniai anak sesaat setelah menikah..

Itu sih, lain kali (Apalagi mnyangkut keluarga kita), ia ingin tau dari uda dulu, bukan dari yang lain.,,,, insya Allah ia bisa uda percaya… bisa uda amanahi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s