Pasokan Oksigen Menipis

Diawali dengan kabar bahwa uda akan pulang minggu ini…

Alhamdulillah,,,rasa senang menyelimuti hari ku saat itu..

Sementara itu,,

kebetulan bapa menanyakan kepulangan uda, karena beliau memiliki maksud untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke jakarta untuk bertemu kaka dan abang.. Ia menjawab bahwasanya uda akan pulang dalam minggu ini..

Saat itu juga bapa dan keluarga memutuskan untuk berkunjung akhir minggu ini,,, gak akan lama, hanya sekadar untuk bersilaturahmi saja, begitu kata beliau… Dengan sigap beliau mencari mobil dan janjian dengan supir untuk ke jakarta,,, Beliau bersemangat untuk menjalankan niat baik nya bersilaturahmi..

Dan entah kenapa suatu kebetulan juga, pa haji menemui mamah dan bapa ku, mungkin beliau sudah lama tidak mendengar kabar aq dan uda selepas pulang dari umrah, dan ALLah memang Maha Pengasih, pa haji dengan senang hati ingin ikut karena beliau diberi kesehatan….

Akhirnya orang tua ku memintaku untuk mengabari uda nanda mengenai rencana kami… Dan menanyakan kapan kami bisa datang, sabtu atau minggu…

Dan aku akan memberitahukan niat kami saat uda nanda meneleponkušŸ™‚

Kemudian aku teringat Pesan Kaka…. “Lia,,nanti kalo mamah-papah lia ke jakarta, kabari kaka yaah,,biar kaka bisa beres2 dulu,,hehe”

karena teringat pesan kaka (dan mengingat kaka termasuk orang yang sibuk), makanya aq pikir kaka perlu diberitahu, biar kaka punya waktu untuk beres2,,seperti pesan kaka sebelumnya. termasuk sekalian aq ingin tau apakah jadwal kaka kosong atau tidak saat sabtu atau minggu ini…

sampai ketika uda nanda menelponku hari ini,,,

rencanaku untuk memberitahukan kabar rencana keluarga akhirnya batal, dikarenakan penundaan kepulangan…

Ini lah situasi dilema yg aku hadapi..

Dilema antara aq dan uda. Kalau aq cerita ke uda nanda tentang apa yg keluarga aq rencanakan,,aq takut hal ini akan menambah pikiran uda…

Aku kira, bagi uda,uda sudah merasa memiliki masalah yang sangat berat dengan penundaan pulangnya. Gak tega aq berbagi pikiran dilema ini dengan uda.

Dilema aq dan keluarga. Ada perasaan takut mengecewakan keluargaku.. (kemudian aq teringat kata abang dulu, “Yah,kita-kita aja yang ketemu sama mamah papah lia juga gak masalah kalo gak ada si nanda” )

Dilema aq dan kaka. Aq sudah terlanjur bilang mengenai rencana keluargaku untuk datang pekan ini.

Ingin rasanya saat itu menghubungi uda untuk bertanya dan meminta saran keputusan apa yang harus ku ambil. Tapi sayang,, sms ku hari ini tidak ada yang dibalas satu pun. mungkin masalah sinyal (meskipun status message di hp ku delivered)šŸ˜¦

akhirnya di tengah situasi aq yang seperti ini, aq memutuskan untuk menghargai uda nanda sebagai calon suamiku. Aneh rasanya jika orang tua ku datang tapi tidak ada uda,,meskipun tidak ada yang salah sebenarnya…

Kaka dan abang tetap bersemangat menyambut kedatangan ortu-ku mskipun tidak ada uda. Tapi untunglah, kaka tidak apa2 saat aq menunda kedatangan kami, karena aq memilih menunggu uda pulang…

Hal yang terberat adalah bilang ke orangtua. Mereka gak apa-apa dan memaklumi kondisi dan situasinya. Ā Tapi aq berpikir, pasti ada sedikitnya rasa kecewašŸ˜¦

Entahlah,,, situasi dan timing yang membuat dilema ini… Andai saat itu orang tua ku tak bertanya kapan uda pulang.. Andai kaka gak berpesan seperti itu… Andai aku gak bilang ke kaka mengenai rencana kedatangan ortu…. Andai kalo aq gak perlu bilang penundaan uda ke ortu..

ah, tapi kan kita sebagai manusia gak boleh berandai-andai. Astaghfirullah…

Tidak ada yang salah disini. Hanya keadaan saja yang memang harus seperti ini..

Tapi situasi ini cukup bisa membuat dadaku sesak, sampai aku berpikir oksigen di dunia ini sudah hampir habis.

Kuhirup udara dalam-dalam, berharap mendapatkan pasokan oksigen untuk paru2 ku yang bergetar. Tapi ternyata hal itu tidak membantu..

Semoga keputusan yang aq buat benar,,

Semoga segala sesuatu nya berjalan dengan lancar..

Semoga segala sesuatu nya menjadi jelas

Sekarang sudah tidak ada hal lagi yang perlu dikhawatirkan..

Tinggal menunggu uda pulangšŸ™‚

Karena ia pikir,,, uda sangat penting bagi ia,,, ia butuh untuk uda ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s