Bertanya-tanya


Dalam nya hati dan pikiran orang lain tidak bisa kita selami sampai ke tingkat yang paling dalam. Memang tidak bisa kita memahami dan mengerti apa maksud seseorang yang sebenarnya sampai dia benar2 mengatakannya (itu pun terkadang manusia tidak mau mengungkapkan apa yang sebenarnya dia inginkan)

 

Begitujuga dengan yang aq alani sekarang. Aq sendiri sedang mencari insight dari orang tua dan keluarga ku.

Okey, dimulai dengan orang tua ku dulu yah.

Kasus :

Semenjak kedatangan uda, mereka beberapa kali menanyakan FOLLOW UP nya. Apa yang akan kita (aku dan uda nanda) selanjutnya lakukan? Tapi, mereka hanya menanyakan ke aq aja, gak ke uda. Mungkin karena kondisi uda yang jauh dan sedang bekerja kali yah..  Dan mungkin juga karena aq anaknya, jadi lebih bebas bertanya seperti itu.

Dan kadang beberapa keluarga juga menanyakan hal yang sama.

 

Aku gak tau apa situasi seperti ini terjadi atau tidak di keluarga uda. Apa mamah papah dan keluarga2 uda ada yang menanyakan mengenai kejelasan kita atau tidak. Tapi aq rasa, mereka juga bertanya2. Tapi entahlah,,uda nanda yang lebih tau soal ini….

 

Kalau aq mencoba memposisikan aq sebagai orang tua atau keluarga2 yang lain, mungkin aq akan melakukan hal yang sama. Bisa jadi karena mereka terlalu antusias dan senang jika ada salah satu anggota dalam keluarga besarnya akan menikah. Sangat manusiawi, aq pun merasakan seperti itu saat mendengar akan ada saudaraku yang menikah.🙂

Tapi yang lebih masuk akal adalah, karena suatu pernikahan itu perlu persiapan. Mungkin mereka menginginkan suatu kejelasan dari kita. Karena mereka berpikir yang memutuskan segala sesatu (seperti kapan,apa,dimana,dan gimana nya), gak sepenuhnya dari keluarga. Tapi dasarnya adalah dari kita (yaiya lah,,yang bakal nikah kan kita -___-“ ). Mungkin setelah hal yang mendasar (seperti kapan kesiapan kita pribadi), barulah hal2 yang lain pihak keluarga yang mengembangkannya dan memutuskan langkah selanjutnya.

Kebutuhan akan kejelasan tidak hanya datang dari keluarga aq, saat aq bermain ke tempat kaka dan abang, mereka menginterogasi aq! Menanyakan apa, kapan, dan bagaimana mengenai segala sesuatu nya yg berhubungan dengan pernikahan kita. Aq berpikir, kaka dan abang juga mewakili dari keluarga uda yang lain.

Jujur aq kikuk setiap kali ditanya keluarga aq sendiri. Terutama saat di interogasi kaka dan abang. Karena dari kita berdua juga belum ada pembicaraan dan LANGKAH PASTI apa yang kita rencanakan untuk pernikahan kita. Daripada dianggap sebagai orang yang tidak jelas dan tidak trencana, akhirnya aq menjawab dengan diplomatis sahaja,,hehehe…. Orang plegma dan netral seperti aq memang palig jagonya ngeles,,😛 hehehe

Untunglah, kalo lagi sms-an atau ditelpon mamah Duri, beliau tidak menanyakan sejelas keluarga, kaka atau abang menanyai ia. Mungkin mamah Duri merasa segan nanya langsung ke ia, mungkin mamah Duri lebih berani nanya ke anaknya sendiri, Sama hal nya dengan keluarga ia yang cuman berani nanya ke ia aja. Hehe…

 

Sayang sekali, saat ia diinterogasi kaka sama abang, uda nanda nya gak ada… L Banyak sekali PR yang dikasih kaka sama abang untuk direnungkan terkait pernikahan kita… terutama karena perbedaan budaya, dan letak geografis keluarga kita.

Mungkin ini jadi bahan untuk kita pikirkan Da,,,

 

 

With love

-Lejeh-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s