#Menantu vs Mertua

Disini aq hanya ingin berkisah saja mengenai kisah orang lain. Tentu sajah! Karena saya belum mempunyai mertua dan belum menjadi menantu nya seseorang.. hehe

Btw, mempunyai status sebagai menantu merupakan salah satu dari sekian banyak mimpiku. Yang ada di bayanganku tentang masa depan, adalah menjadi menantu itu akan menyenangkan.  Kenapa ? karena :

  • Aq jadi memiliki dua mamah dan dua bapa.
  • Aq jadi punya dua rumah untuk di-mudik-in. menyenangkan kan? Mengajak anak2ku berkibur ke rumah nenek 1 dan berlibur ke rumah nenek 2. Jadi ketika nanti anak ku disuruh bercerita di depan kelas sekolahnya, anaku akan memiliki cerita yang panjang di depan teman2 sekelasnya, karena brlibur ke rumah dua nenek! J (aduh,aq ngebayangin anaku ngebacot di depan kelas, cerita panjang lebar, mirip emak nya) hehe…
  • Aq jadi punya dua sumber/penasihat. Dua mamah dan dua bapa memiliki pengalaman hidup yang lebih lama dan bisa aq mintai nasihatnya untuk hidup aq di masa yang akan datang.
  • Aq jadi punya dua penolong ketika aq butuh bantuan dan perlindungan. Ketika aq kesepian ditinggal kerja suamiku nanti, aq bisa berkunjung ke mamah 1 atau ke mamah 2.

Intinya, menurutku memiliki mertua akan memberikan kebahagian yang unik. Bagaimanapun keadaan/kondisi/sifat/karakter mertua2 itu, itu tidak masalah. Semuanya tergantung bagaimana sang menantu menyikapi keadaan/kondisi/sifat/karakter mertua nya.

Hal aneh yang aq temui dari keluarga ibu kos ku.

Ada suatu hubungan yang tidak harmonis antara mertua dan menantu. Yang menurutku itu sangat KETERLALUAN! Dan TIDAK MANUSIAWI.

Kisah nya seperti ini :

Setelah ibu kos menikah dengan suaminya (heu,yaiya lah nikah sama suaminya,menurut looo?), mereka berpindah ke rumah baru (dalam hal ini rumah miliki suaminya, yang hidup lebih lama 11 tahun dari istrinya, sehingga dia memiliki jatah waktu lebih lama untuk mengumpulkan uang dan membeli rumah).

Semenjak kepindahan ibu kos dan suaminya ke rumah baru, apalagi setelah anaknya lahir, orang tua dan saudara2 ibu kos sering berkunjung dan bahkan sesekali menginap di rumahnya.

Kalau aq memposisikan sebagai orang tua ataupun adik2nya ibu kos, hal itu sangat wajar. Dankalau aq jadi mereka pun,mungkin aq akan melakukan hal yang sama. Kenapa? Aq berpikir karena :

Ibu kos anak pertama yang menikah, apalagi sekarang mempunyai aish, yang merupakan cucu pertama juga. Wajar ketika  orang tua ibu kos ingin sering mengunjungi cucu pertamanya. Sampai menginap di rumah pun merupakan suatu kewajaran menurutku.  Kalau aq jadi ibu kos aq akan senang melihat anaku di kunjungi kakek-neneknya, begitu juga kalau aq jadi suami ibu kos, aq akan senang dikunjungi mertua dan kakek-nenek anak2 yang 4 orang itu (loh?hahaha..masih dibahas yah pengen 4 anak :p )

Bahkan menurutku yang benar adalah, kita sebagai anak/menantu yang harus mengunjungi dengan rutin orang tua dan mertua kita!!!! Bukannya dikunjungi.

Dan ketika aq memposisikan sebagai adik2 ibu kos, sangat wajar ketika mereka masih ingin berkumpul sama kakak nya (ibu kos) dan keponakan baru pertama nya.

Menurut ku tidak ada yang salah dari seorang adik yang mengunjungi kakak dan keponakannya sampai menginap.

Nah, yang jadi masalah disini adalah : suami ibu kos tidak senang dengan kondisi ini. Dia merasa terganggu dengan kehadiran mertua dan adik2 dari istrinya. Bahkan sampai sering menginap. Dengan mereka menginap, sedikt atau banyak memang berpengaruh terhadap keadaan keluarga, misalnya beras cepat habis karena yang tadinya makanan hanya untuk bertiga, jadi harus menyediakan untuk berbanyak. Begitu yang aq tangkap dari cerita mba em. Dan dari yang aq lihat sendiri di kenyataan.

 

Sungguh miris juga melihat kondisi seperti ini. Perasaan terganggu dari suami ibu kos memang wajar, tapi kalau sampai ke tahap tidak mau lagi berkomunikasi dengan mertua itu SANGAT KETERLALUAN!! Yang dia nikahi kan gak cuman ibu kos nya aja, tapi keluargnya juga!!!

Entahlah, aq sedih melihat kondisi ini dan tidak ada hal apapun yang bisa aq lakukan.

 

Disini aq hanya bisa mempelajari saja. Mengambil setiap pelajaran dari kondisi yang aq temukan di kehidupan ini.

 

Tapi aq bersyukur dengan calon suamiku J Insya Allah hal ini tidak akan terjadi terhadap rumah tangga kita nanti. Karena kita sama2 saling tau, kalau hal semacam kondisi ibu kos dan suaminya TIDAK BENAR dan kita TIDAK AKAN seperti itu!

Aq yakin calon suamiku akan banyak diajarkan secara tidak langsung dari keluarga2 dia sendiri. Misalnya : Semenjak awal bekerja di SSB, uda sudah menebeng di rumah kaka dan abang. Dan selalu menebeng tinggal disana selama di jakarta. Dan aq melihat baik kaka maupun abang tidak keberatan J begitu juga dengan Andri, uda nanda dan adek selalu mengganggu kaka dan abang, bermalas2an di rumah, menghabiskan banyak makanan, hehe,,, :P  tapi kaka dan abang tidak merasa terganggu dengan kehadiran kalian. Begitu juga kalau aq datang kesana, aq selalu diterima dengan sangat baik.

Maka aq bersyukur dengan keadaan keluargaku dan keluarganya calon suamiku. Alhamdulillah , contoh2 kehidupan yang baik ada di keluarga kita sendiri. J

Untuk dijadikan pelajaran :

Saat kita sudah memiliki rumah tinggal sendiri, kita harus membuat senyaman mungkin buat saudara2 kita berkunjung yah sayang J

Malah aq pernah bilang kan ke uda, becandaa2n (tapi dalam hati iya, bukan sekedar becandaan) kalau nanti, komputer game2 uda disimpan di ruangan terpisah, jangan di kamar kita, biar si adek betah tinggal di rumah kita nanti. Ia juga pernha bilang ke uda, ia nanti pengen adek, ipi,debi,atau pun adek2 ia betah di rumah kita nanti. Itu hanya satu dari sekin banyak contoh yang bisa kita lakukuan agar saudara2 kita betah tinggal di rumah kita.

Karena aq yakin, kedatangan saudara2 kita ke rumah akan menjalin silaturahmi dengan baik. Dan kalau silaturahmi baik, maka rejeki dan keberkahan dan kebahagiaan akan dekat kita.

Dan kita harus saling menghormati orang tua kita yah uda sayang J

Perlakukan orang tua kita masing2 dengan baik. Dan perlakukan juga mertua kita dengan baik. Sama baik nya dengan orang tua sendiri.

Semoga hal yang baik selalu dekat dengan rumah tangga kita nanti J Aamiin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s