Kisah Mba Em (1)

Malam ini mengingat-ngingat kembali kisah dari Mba Em,, mbak yang ada di kosan aq sekarang.
Sayang sekali aq sedang tidak bisa membagi kisah ini bersama kekasihku.
Mungkin akan aq ceritakan disini saja. Kalaupun kekasihku tidak bisa menghubungi, setidaknya dia masih bisa baca. Dan aq tetap bisa berbagi cerita seperti biasanya yang aq lakukan bersama dia🙂

Saat aq mengingat kisah mba Em, aq menangis dan bersyukur dengan apa yang aq dapat sekarang ini.

Mba Em adalah orang yang baik menurutku. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki nya, beliau masih bisa bersyukur dengan apa kondisinya.

-Beliau memiliki keterbatasan fisik karena sewaktu kecil menderita polio
-Sementara aq, Allah memberikan kesehatan yang luar biasa. Allah memberikan fisik yang baik untukku.
Sungguh malu ketika aq tidak bersyukur atas fisik sendiri. AStaghfirullah😦

-Uang yang dihasilkan dari pekerjaan beliau jauh lebih sedikit dari yg aq dapatdan Beban pekerjaan beliau jauh lebih berat dari pekerjaanku. Namun hal yang patut diambil pelajaran bahwasanya beliau tidak pernah BERHENTI BERUSAHA. Tidak pernah malas dalam bekerja, karena manusia yang baik adalah manusia yang mau berikhtiar baru bertawakal.

-Beliau merasakan sakit hati karena cinta, berpisah dengan suaminya, dan tidak disayangi sama mertua nya.
Sementara aq memiliki kekasih yang baik dan setia dan mau menerima aq apa adanya, aq dan segala keterbatasan yang ku miliki. Dan calon mertua yang penyayang dan Insya Allah akan menyayangi aq seperti anaknya sendiri.

-Mba Em cerita tentang Ayah dan Ibunya yang berturut2 meninggal di tahun yang sama. Hal ini membuat aq sangat sedih dan sontak teringat akan mamah dan bapaku di garut

-Mba Em sempat cerita bagaimana bagaimana dulu karena bekerja di Jakarta, dia setahun tidak sempat pulang ke Pekalongan. Dan hanya demi ingin melihat anaknya, bapanya dari jauh2 sengaja ke Jakarta. Padahal mungkin menurut beliau, ongkos ke Jakarta adalah sesuatu hal yang besar.
Aq jadi teringat Bapa ku yang bekerja keras demi kesuksesan anak2nya. Bekerja berjam-jam di pabrik dan harus berdagang di pagi hari. Semoga aq jadi anak yang bisa membahagiakan kedua orang tua ku.

-Mba Em juga cerita kalau semenjak umur 10 tahun, beliau sudah terbiasa melakukan banyak pekerjaan rumah, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain.
Di rumah, beliau satu2 anak perempuan, dan memiliki 2 saudara laki2. Semua pakaian anggota keluarga dia yang cuci. Begitu juga di rumah orang lain, beliau menjadi jasa pembantu rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s