Harusnya tak seperti ini

Akhirnya hari ini tiba. Setelah 3 minggu dalam masa penantian (seakan-akan 3 bulan rasanya bagi saya),,, akhirnya orang yang saya sangat tunggu kehadirannya datang dari tempat yang jauh.
Saat pertama kali mendengar kedatangannya, saya sontak sangat merasa bahagia. Saya tau akan kedatangannya lewat SMS nya yang berisi ajakan untuk bersepedah di hari Minggu.. Itu artinya dia akan pulang!! Senang. Senang. Senang. Senang!
Saat itu juga terlintas di pikiran saya untuk memberinya kejutan. Saya akan jemput dia di bandara. Tapi ternyata dia bilang kalau dia ingin dijemput dan ditemani naik Damri. 
Saya sangat antusias sekali akan kedatangannya, karena berminggu2 ini, rasa ingin bertemu dan rindu ini makin menjadi. Ingin rasanya menghabiskan waktu bersama denan kekasih saya itu. 
Lantas saya berpikir, saya harus mempersiapkan yang terbaik untukkedatanggannya.
Pagi hari saya membersihkan dan merapikan tempat tinggal saya. Karena jika dia datang ke tempat saya, saya ingin menyambut dia dengan tempat yang bersih dan rapi agar dia nyaman.
Hal kedua yang saya persiapkan adalah diri saya sendiri. Saya mengenakan baju terbaru dan terbaik yang saya punya. Agar saya terlihat lebih baik, lebih rapi dari biasanya, dan berharap dia senang saat melihat saya. Dan saya juga berusaha berpenampilan sebaik mungkin agar kekasih saya senang saat melihat wajah saya. Pasti semua wanita ingin terlihat cantik di depan kekasihnya. (Tapi banyak juga sih wanita lain yang ingin tampak cantik di depan pria2 lain  )
Hal ketiga yang saya persiapkan adalah pengumpulan informasi. Saya memiliki keterbatasan dalam pengalaman ke bandara. Saya mencari2 info dari teman, bagaimana caranya agar saya bisa sampai ke bandara. Alhamdulillah teman saya baik dan mau memberi info sebaik mungkin.
Hal lain yang ingin saya lakukan adalah tiba lebih dulu daripada kekasih saya! Saya gak mau membuat dia menunggu. Biar saya saja yg menunggu kedatangannya. Namun ternyata perkiraan waktu saya meleset!! Hehe.. saya malah datang 2 jam lebih cepat dari kedatangann dia.hehe….
Setelah dua jam menunggu,,akhirnya saya dapat SMS dari dia!! Senangnya bukanmain saat mngetahui dia udah tiba di jakarta. Namun ternyata saya melakukan kebodohan kecil, karena tidak tau info nya, saya malah menunggu di terminal 1A, padahal kekasih saya tiba di terminal 1C. Hmmmm…. Tapi gak masalah, yg penting adalah bertemu dan menyambut kekasih saya itu!! Yeyeye… ^^
Akhirnya saya berjalan menuju ke terminal 1C. (hehehe,,,panjang juga yah ternyata rute nya),,saya berjalan dengan cepat, karena gak mau membuat kekasih saya menunggu lama. Dan karena emang dasarnya udah kangen berat, kaki ini melangkah dengan cepat. 
Akhirnya saya bertemu dengan kekasih saya!! Dia tampak tampan seperti biasanya  (memang mata dan otak saya udah tersetting untuk menilai definisi tampan itu adalah muka kekasih saya ,heuheu :l ). Aq tersenyum, mendekatinya, dan mencium tangannya.
Namun ekspresi saya tertahan. Kesenangan yang tadi nya tidak terbendung seakan2 mengendap dalam hati dan tak tersalurkan. Kulihat ekspresi muka kekasihku yang tampak biasa saja melihatku.
Yah, sudahlah. Itu bukan masalah, yang jelas saya senang bertemu lagi dengan kekasih saya tercinta ini 
Rasa rindu di hati masih tidak terobati dengan hanya bertemu saja, saya masih ingin lebih lama lagi meghabiskan waktu bersama kekasih saya ini. Namun hati berkata untuk tidak egois. Hati berkata untuk bersabar. Dan pikiran ini mengingatkan bahwa kekasih saya sudah mngalami hari2 yang melelahkan selama kerja dan butuh istirahat yang cukup. Akhirnya lisan ini berkata kepada dia untuk pulang saja ke rumah dan beristirahat.
Saya menyarankan untuk langsung pulang ke tempat masing2. Namun dia tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk saya menjelaskan apa maksud dari tindakan saya ini. Sampai akhirnya kejadian yang tidak mengenakan ini terjadi.
Padahal maksud saya adalah Saya ingin dia beristirahat yang cukup, karena akan sangat melelahkan berjalan2 di malam sabtu, apalagi di Jakarta. (mungkin kalo saya egois dan mndahulukan keinginan saya, saya akan meminta dia untuk bermalam minggu, berjalan2, makan bareng. Karena saya sudah sengaja tidak makan siang karena ingin makan malam bersama dia.) Tapi saya menyimpan hasrat saya, dan menyarankan untuknya beristirahat.
Dan alasan kenapa saya ingin langsung pulang adalah agar tidak perlu ada acara Antar meng-Antar. Saya sangat yakin kaka dan bang Abrar pasti sangat peduli akan saya. Mereka pasti akan meminta kekasih saya untuk mengantar saya pulang. Namun saya berpikir betapa kasihannya kekasih saya harus bolak-balik mengantar saya pulang. Meskipun itu hanya ke halte busway saja. Akan ada waktu dan tenaga yang terbuang disini.
Terlebih adalah karena saya tidak ingin image saya di mata calon kaka dan abang ipar saya ini terkesan wanita yang manja dan tidak mandiri dan selalu menghabiskan waktu kekasihnya. Siapa sih yang tidak ingin dirinya dikenal dengan wanita yang mandiri. Terlebih karena saya ingin memperjuangkan keikhlasan sodara dan keluarga kekasih saya untuk menjadikan saya bagian dari keluarganya.
Dan hal yang menyedihkan adalah ketika kekasih saya tidak mau mendengar hal ini semua. Padahal saya sudah meminta dengan cara yang baik dan lembut. Sampai akhirnya hati ini tak kuat menahan kesal, saya hanya bisa diam dan menangis. Terlebih saat kekasih saya malah balik kesal tanpa mau mendengar aspirasi saya.

Hari ini tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Malam ini kami berpisah dengan cara yang tidak baik. Saya pulang dengan keadaan sedih. Dan begitu juga kekasih saya, dia pulang dengan keadaan bersedih pula.

Seharusnya hari ini tidak seperti ini😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s