Diperjuangkan

Ada dua hal, ketika seseorang berusaha memperjuangkan sesuatu untuk orang lain dengan usaha semaksimal-maksimalnya.

Pertama, orang tua yang ingin memenuhi kebutuhan anaknya. Hal yang tidak ada pun, bisa diusahakan ada. Demi terpenuhinya kebutuhan anak. Bingung? Aku beri salah satu contohnya.  Saat aku pulang ke garut, itulah saatnya aku merasa ibarat putri raja. Dijemput di terminal, ketika di rumah segalanya dipersiapkan. Makanan, cemilan, martabak, bakso, jus stroberi, puding coklat, semuanya disajikan. Gak peduli keuangan lagi baik atau tidak, pasti kebutuhan anaknya selalu di nomor satukan. Ditawari beli apa pun, baju, celana, sepatu, tas, kebutuhan sehari2, makanan bekal, apa pun itu, pasti serba ditawari. Dan itu semata2 hanya ingin membuat anaknya senang. Membuat kebutuhan primer, sekunder anaknya terpenuhi. Dan syukurlah, aku diberi kesadaran untuk menolak dengan cara yang baik. Agar orang tua tidak sebegitu memanjakan aku dan mengeluarkan dana demi memenuhi kebutuhan aku. Mereka sudah berusaha semaksimal-maksimalnya untuk membuat aku senang. Dan solusi yang aku pikirkan adalah aku harus menunjukkan rasa bahagia aku untuk sekecil apapun bentuk usaha mereka. Dengan begitu, mereka tidak perlu terlalu ‘berjuang’ untuk membuat aku senang.

Kedua, adalah ketika seseorang berusaha membuat kekasihnya senang. Saya pikir, seseorang bisa dengan semaksimal2nya mengusahakan hal itu hanya kepada kekasihnya. Contohnya? Banyak! Hmm… Setelah saya mengingat2 hal2 apa saja yang kekasih saya lakukan, saya bisa menyebutkan beberapa diantaranya :

Ketika dia harus pergi, sementara dia tau kalo aku akan lebih senang dia menunda dulu pergi. Dan dia juga tau kalo aku bisa bersabar dan ikhlas kalo seandainya dia pergi hari itu juga. Namun, ya itulah suatu usaha untuk membuat kekasihnya senang. Dia memperjuangkan untuk mencari jadwal penerbangan selanjutnya dan memilih menghabiskan waktu siangnya bersama aku. Banyak yang dia korbankan atas usahanya. Waktu tidurya karena mengurusi jadwal penerbangan. Waktu istirahatnya karena lebih memilih jalan2. Materi. Tentu saja materi berupa uang juga dikorbankan untuk pergantian pesawat. Apalagi ketika mengingat betapa susah dan capek nya pekerjaan dia untuk mendapatkan uang. Itulah kenapa aku harus menghargai setiap usaha kekasihku. Menunjukkan kesenangan saat bersama nya.

intinya :

Seseorang akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan orang yang paling disayanginya

 

Dan semaksimal-maksimalnya adalah usaha orang tua untuk anaknya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s