KISAH CINTA IBU KOS

Ibu kosanku sangat cantik, ramah dan baik hati. Memiliki paras yang ayu, sama seperti namanya. Umurnya 32 tahun, tapi memiliki wajah berumur 25-an. Awet muda memang 
Beliau sangat ramah dan mudah mengakrabkan diri, sampai2 beliau curhat sama aku yang baru dikenalnya kurang lebih 1,5 bulan yang lalu.
Beginilah kisah singkatnya :
Beliau memiliki seorang mantan pacar yang telah memacarinya selama hampir 8 tahun. Namun akhirnya kisah cinta mereka kandas di tengah jalan dengan alasan yang lupa alasannya apa -___-“ (dasar emak2 pikun! :P)
Setelah dua bulan putus, akhirnya beliau menikah dengan Bapa XX. Pernikahan mereka tidak didahului dengan apa yang zaman sekarang sebut sebagai ‘pacaran’.
Ibu kosan bekerja sebagai perawat di RS. Beliau memiliki rekan kerja yang notabene kakanya Bapa XX. AKhirnya dijodohkan lah mereka.
Mungkin salah satu point plus nya Bapa XX ini adalah karena beliau sudah memiliki rumah, pdhl status single. Suatu prestasi kan untuk seorang laki2, belum beristri tapi sudah mempunyai rumah sendiri. APalagi dengan kondisi rumah yang mirip2 kosan yang aku tempati sekarang. Amazing.
Akhirnya ibu kos menikah dengan Bapa XX. Begitu juga dengan mantannya, sudah menikah dengan wanita lain. (sunggu dramatis sekali)
Rupanya banyak hal2 yang tidak terduga yang terjadi selama kehidupan berumah tangga. Yang tadinya dikiranya Bapa XX memiliki sifat A, ternyata punya sifat B. banyak hal2 yang baru ditemukan. Hal ini membuat ibu kos ‘Kaget’. Ibu kos menyatakan kalau dirinya kaget dengan hal2 dan sifat dari suaminya ini. Dia berpikir kalau masa perkenalan (pacaran) itu perlu untuk saling mengenal karakter, setidaknya dia bisa mempersiapkan tindakan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sifat suami nya yang seperti A,B,C atau D.
Tahun2 awal pernikahan merupakan masa2 yang sulit, karena disini banyak adaptasi dilakukan. Terutma dalam menghadapi sikap suaminya yang sangat cuek sama sodara dan keluarga ibu kos,cuek sama orang tua ibukos, bahkan cuek juga sama saudara nya sendiri, terutama jarang bicara. Padahal menurutku hal yang paling penting dalam suatu hubungan adalah saling berbagi pikiran, saling berbagi perasaan  Intinya komunikasi, baik secara verbal, komunikasi secara fisik, atau bahkan komunikasi perasaan.
Sampai suatu ketika, ibu kos sudah tidak tahan menghadapi suaminya, beliau mengajukan gugatan cerai yang berujung ke perebutan hak asuh anak. Tapi pihak pengadilan memutuskan untuk menolak gugatan cerai nya ibu kos. Akhirnya mereka bersatu kembali, karena melihat kondisi anak juga.
Dan hal yang paling menyedihkan adalah, ketika gugatan cerai diajukan, hal itu bertepatan dengan (mantan pacar ibu kos yang menjadi duda gara2 istrinya meninggal), sempat ada pikiran bahwa ibu kos berniat bercerai karna ingin kembali lg sama mantan pacarnya. Padahal katanya tidak ada sedikitpun niat karena hal itu. Gugatan cerai benar2 hanya karena sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangga nya.
Alhamdulillah sampai sekarang semuanya tampak baik2 saja. Hal ini dikarenakan ibu kos aku yang sangat super duper sabar menghadapi sikap suaminya yang cuek dan jarang bicara.
Sampai saat ini, ibu kosan ku tidak mau memiliki anak lagi. 

Hal yang aq petik dari kisah ini adalah :
Aku bersyukur Allah telah mengirimkan uda di kehidupan ia. Uda adalah laki2 yang paling mengerti dan tau menghadi sikap dan sifat ia. Ia berharap juga sebaliknya, ia mampu mengerti karakter uda. Jadi apapun kondisinya, ia mampu mendampingi uda dengan baik.

Kita dulu pernah mengalami masa2 adaptasi, mungkin sampai sekarang, adaptasi masih tetap ada, karena mengenal seseorang tidak cukup hanya 2 atau 3 tahun saja, kita baru bisa mengenal seseorang mungkin seumur hidup dia. Aku bersyukur kita tidak mengalami masa2 yang sangat sulit, Allah selalu memberikan jalan yang mudah untuk kita saling beradaptasi.

Ia bersyukur karena dengan uda, ia menemukan tempat untuk mencurahkan hal apapun. Ia bisa mengshare hal2 yang tidak bisa ia share dengan orang lain, bahkan hal2 yang pribadi sekalipun. Chemistry kenyamanan ia ada pada uda. Dan hal itu sangat penting jika kita akan hidup bersama berpuluh2 tahun dan selama2nya di dunia ini.

Insya Allah,, semoga kisah cinta, kisah rumah tangga kita ke depan tidak akan dinodai dengan gugat2an, apalagi sampai rebutan anak. Semoga kita dijauhkan dari hak2 buruk seperti itu.
Dan ia gak akan sampai gak mau punya anak lagi dari uda 
Yah, semoga kita bisa belajar dari kisah ini.

Setelah membaca ini, apa yang uda pikirkan?
(jarang2 kan orang nanya apa yang kita pikirkan,,,kebanyakn orang bertanya apa yang kamu rasakan) :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s